Selasa, 31 Mei 2022

PERANGKAT PEMBELAJARAN

 

Nama   : Wasilatu Rohmah

Kelas   : 4G PAI

Nim     : 12001194

Tugas   : Mengulas bacaan

 

PERANGKAT PEMBELAJARAN

Perangkat pembelajaran adalah komponen yang harus disiapkan oleh guru sebelum melaksanakan pembelajaran. Dalam KBBI (2007: 17),  dapat juga diartikan perangkat pembelajaran yaitu alat atau perlengkapan, sedangkan pembelajaran adalah proses atau cara menjadikan orang belajar.

Menurut Zuhdan, dkk (2011: 16) perangkat pembelajaran adalah alat atau perlengkapan untuk melaksanakan proses yang memungkinkan pendidik dan peserta didik melakukan kegiatan pembelajaran. Perangkat pembelajaran menjadi pegangan bagi guru dalam melaksanakan pembelajaran baik di kelas, laboratorium atau di luar kelas.

Dalam standar proses pendidikan dasar dan menengah yang terdapat pada permendikbud no 65 tahun 2013 disebutkan bahwa penyusunan perangkat pembelajaran adalah bagian dari perencanaan pembelajaran.



Suhadi, (2007:24) mengemukakan bahwa “Perangkat pembelajaran adalah sejumlah bahan, alat, media, petunjuk dan pedoman yang akan digunakan dalam proses pembelajaran.”

 

Dalam Permendikbud No. 65 Tahun 2013 tentang Standar Proses Pendidikan Dasar dan Menengah disebutkan bahwa penyusunan perangkat pembelajaran merupakan bagian dari perencanaan pembelajaran. Perencanaan pembelajaran dirancang dalam bentuk silabus dan RPP yang mengacu pada standar isi. Selain itu, dalam perencanaan pembelajaran juga dilakukan penyiapan media dan sumber belajar, perangkat penilaian, dan skenario pembelajaran. 

1. Silabus

(Kunandar, 2011: 244) menerangkan bahwa Silabus adalah rencana pembelajaran pada suatu dan/atau kelompok mata pelajaran/tema tertentu yang mencakup standar kompetensi, kompetensi dasar, materi pokok/pembelajaran, kegiatan pembelajaran, indikator pencapaian kompetensi untuk penilaian, penilaian, alokasi waktu, dan sumber belajar .

Dalam Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia No. 65 Tahun 2013 Tentang Standar Proses Pendidikan Dasar dan Menengah menjelaskan  bahwa silabus  merupakan acuan penyusunan kerangka pembelajaran untuk setiap bahan kajian mata pelajaran.

Silabus dikembangkan berdasarkan Standar Kompetensi Lulusan dan Standar Isi untuk satuan pendidikan dasar dan menegah sesuai dengan pola pembelajaran pada setiap tahun ajaran tertentu. Silabus digunakan sebagai acuan dalam pengembangan rencana pelaksanaan pembelajaran. Silabus untuk mata pelajaran SMA secara umum berisi: 

  1. Identitas mata pelajaran
  2. Identitas sekolah meliputi nama satuan pendidikan dan kelas
  3. Kompetensi inti, merupakan gambaran secara kategorial mengenai kompetensi dalam aspek sikap, pengetahuan, dan keterampilan yang harus dipelajari peserta didik untuk semua jenjang pendidikan, kelas dan mata pelajaran.
  4. Kompetensi dasar, berkaitan dengan kemampuan spesifik yang mencakup sikap, pengetahuan dan keterampilan yang terkait muatan atau mata pelajaran.
  5. Materi pokok, memuat fakta, konsep, prinsip dan prosedur yang relevan dan ditulis dalam bentuk butir-butir sesuai dengan rumusan indikator pencapaian kompetensi
  6. Pembelajaran, yaitu kegiatan yang dilakukan oleh pendidik dan peserta didik untuk mencapai kompetensi yang diharapkan
  7. Penilaian, merupakan proses pengumpulan dan pengolahan informasi untuk menentukan pencapaian hasil belajar peserta didik.
  8. Alokasi waktu sesuai dengan jumlah jam pelajaran dalam struktur kurikulum untuk satu semester atau satu tahun, dan
  9. Sumber belajar, dapat berupa buku, media cetak dan elektronik, alam sekitar atau sumber belajar lain yang relevan.

Adapun manfaat dari silabus itu sendiri antara lain digunakan sebagai acuan  penyususnan RPP yaitu :

1. Pemetaan indicator,

2. merancang bentuk penilaian dalam setiap indicator yang ingin dicapai.

2. RPP

            Komponen inti dari RPP yang sebelumnya diatur dalam permendikbud nomer 22 Tahun 2016 yang terdiri dari 13 komponen tentang standar proses pendidikan dasar dan menengah. Di program terbaru ini hanya ada 3 yang wajib masuk menjadi komponen ini yaitu tujuan pembelajaran, langkah-langkah pembelajaran dan penilaian.

            Dalam surat edaran tentang penyederhanaan diterangkan bahwa Penyusunan RPP harus disusun dengan efektif, efisien dan berorientasi kepada murid.

 

Menurut Permendikbud No. 81A Tahun 2013 tentang Implementasi Kurikulum Pedoman Umum Pembelajaran, bahwa tahap pertama dalam pembelajaran menurut standar proses yaitu perencanaan pembelajaran yang diwujudkan dengan kegiatan penyusunan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP). Selanjutnya dijelaskan bahwa RPP adalah rencana pembelajaran yang dikembangkan secara rinci dari suatu materi pokok atau tema tertentu yang mengacu pada silabus.

RPP mencakup beberapa hal yaitu:

 (1) Data sekolah, mata pelajaran, dan kelas/ semester;

(2) Materi Pokok;

 (3) Alokasi waktu;

(4) Tujuan pembelajaran, KD dan indikator pencapaian kompetensi;

(5) Materi pembelajaran; metode pembelajaran;

 (6) Media, alat dan sumber belajar /bahan ajar;

 (7) Langkah-langkah kegiatan pembelajaran; dan

 (8) Penilaian.

3.Lembar Kegiatan Siswa (LKS)

Menurut Depdiknas (2007), LKS adalah lembaran yang berisi tugas yang harus dikerjakan oleh siswa. Tugas yang diperintahkan dalam LKS harus mengacu pada kompetensi dasar yang akan dicapai siswa. Tugas tersebut dapat berupa tugas teoritis dan tugas praktis (Abdul Majid, 2008: 176-177). LKS digunakan sebagai sarana untuk mengoptimalkan hasil belajar peserta didik dan meningkatkan keterlibatan peserta didik dalam proses belajar-mengajar.

4.Instrumen Penilaian

Dalam Instrumen Penilaian bertujuan untuk mengumpulkan informasi tentang kemajuan belajar peserta didik. Dalam Permendikbud No. 81A Tahun 2013 tentang Implementasi Kurikulum Pedoman Umum Pembelajaran dijelaskan bahwa penilaian  dalam setiap mata pelajaran meliputi kompetnsi pengetahuan, kompetensi keterampilan dan kompetensi sikap. Penilaian dilakukan berdasarkan indikator-indikator pencapaian hasil belajar dari masing-masing domain tersebut.

Ada beberapa teknik dan instrumen penilaian yang digunakan untuk mengumpulkan informasi tentang kemajuan peserta didik baik berupa tes maupun non-tes antara lain tes tertulis, penilaian unjuk kerja, penilaian sikap, penilaian hasil karya, penilaian portofolio dan penilaian diri.

 

Sumber : https://gurune.net/perangkat-pembelajaran/

            eurekapendidikan.com/definisi-perangkat-pembelajaran

 

 

 

Senin, 23 Mei 2022

KURIKULUM

 

Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Nama   : Wasilatu Rohmah

Kelas   : 4G PAI

Nim     : 12001194

Tugas   : Mengulas Bacaan

 

 

Pengertian Kurikulum 

Didalam pendidikan setiap pesertadidik harus mencapai target pembelajaran yang sesuai dan tepat, maka dari itu di adakan lah sebuah kurikulum yang menjadi penetu target-target pembelajaran setiap pesrtadidik dengan teratur mengikuti dan menyesuaikan perkembangan zaman yang selalu mengalami perubahan pola pembelajaran si setiap eranya

Itulah pentingnya sebuah kurikulum yang mana untuk memudahkan peserta didik untuk menyesuaikan diri dengan pola pendidikan yang ada, berikut ini saya akan meerangkum pengertian kurikulum, fungsi-fungsi, perkembangan, dan komponen  dari kurukulum

Pengertian Kurikulum Menurut Para Ahli

Secara umum Kurikulum berisi sekumpulan rencana, tujuan, dan materi pembelajaran. Termasuk cara mengajar yang akan menjadi pedoman bagi setiap pengajar supaya bisa mencapai target dan tujuan pembelajaran dengan baik. Jika dilihat secara etimologis, Kurikulum berasal dari bahasa Yunani, yaitu “curir” yang berarti pelari, serta “curere” yang berarti tempat berpacu. Dulu, istilah ini dipakai dalam dunia olahraga.

Jadi, Kurikulum dapat diartikan sebagai sebuah jarak yang mesti ditempuh seorang pelari supaya mendapat medali atau penghargaan lainnya. Kemudian, istilah Kurikulum tersebut diadaptasi dalam dunia pendidikan. Jadi pengertian Kurikulum dalam dunia pendidikan kemudian menjadi sekumpulan mata pelajaran yang harus ditempuh dan dipelajari oleh peserta didik supaya mendapatkan ijazah atau penghargaan.

Dan ini lah pengertian kurikulum oleh para ahli pendidikan, berikut pengertian menurut mereka:

1. Menurut Prof. Dr. S. Nasution

Prof. Dr. S. Nasution dalam bukunya yang berjudul Kurikulum dan Pengajaran menyatakan, kurikulum adalah serangkaian penyusunan rencana untuk melancarkan proses belajar mengajar. Adapun rencana yang disusun tersebut berada di bawah tanggung jawab lembaga pendidikan dan parah pengajar di sana.

2. Dr. Nana Sudjana

Dalam buku yang berjudul Pembinaan dan Pengembangan Kurikulum di Sekolah karya Dr. Nana Sudjana disebutkan, pengertian kurikulum adalah kumpulan niat dan harapan yang tertuang dalam bentuk program pendidikan yang kemudian dilaksanakan dan diterapkan oleh guru di sekolah bersangkutan.

3. Harold B. Alberty

Harold menyatakan bahwa kurikulum merupakan semua kegiatan yang diberikan kepada peserta didik atas tanggung jawab sekolah. Kurikulum ini tak hanya terbatas pada segala hal di dalam kelas saja, melainkan juga semua kegiatan di luar sekolah.

4. Saylor, Alexander, dan Lewis

Menurut ketiga tokoh tersebut, kurikulum merupakan semua upaya yang diadakan dan dilakukan oleh pihak sekolah untuk menstimulus peserta didik belajar, baik belajar di dalam kelas, di halaman sekolah, maupun ketika berada di luar sekolah.

Didalam UU juga disampaikan pengertian kurikulum sebagai berikut: 

Didalam UU tentang Sistem Pendidikan Nasional No 20 tahun 2003 pasal 1 butir 19 disebutkan, kurikulum merupakan seperangkat pengaturan dan rencana mengenai tujuan, isi, dan materi pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman kegiatan pembelajaran guna mencapai tujuan pendidikan.

Kurikulum menjadi sangat penting untuk dimiliki setiap sekolah sebagai pedoman bagi para guru. Terutama bagi sekolah-sekolah formal, di mana kurikulum akan menjadi pedoman dan memberikan arah dalam mengajar. Sesuai dengan pengertian kurikulum, yaitu sesuatu yang terencana, maka dalam dunia pendidikan segala kegiatan siswa dapat diatur dengan sedemikian rupa. Sehingga tujuan adanya pendidikan dapat tercapai.

1. Fungsi Untuk Penyelenggara

 

Dalam menyelenggarakan kurikulum memiliki beberapa fungsi-fungsi kurikulum sebagai berikut :

a. Fungsi Integrasi

 b. Fungsi Persiapan

 c. Fungsi Penyesuaian

 d. Fungsi diferensiasi

 e. Fungsi Diagnostik

 f. Fungsi Pemilihan

 

Perkembangan Kurikulum di Indonesia

Dalam pengertian kurikulum telah dijelaskan bahwa kurikulum  dapat disesuaikan dengan kebutuhan maupun keadaan lingkungan dan masyarakat. Nah maka dari itu kurikulum memiliki sifat dinamis,  dan dapat disesuaikan dengan perkembangan zaman. Perkembangan kurikulum diindonesia yaitu :

1. Indonesia pertama kali memakai kurikulum dengan nama Rentjana Pelajaran 1947. Di mana penekanan di dalam pembelajaran yaitu pada pembentukan karakter masyarakat Indonesia supaya menjadi manusia yang berdaulat dan merdeka.

2. 1952, kurikulum tersebut disempurnakan kembali dengan tajuk Rentjana Pelajaran Terurai 1952. Dalam periode ini ada perhatian khusus pada setiap guru supaya mengajarkan satu mata pelajaran saja kepada peserta didik.

3. 1964 kurikulum di Indonesia kembali disempurnakan. Kali ini terdapat tambahan berupa penekanan pada program Pancawardhana (yaitu pengembangan moral, kecerdasan, emosional, ketrampilan, serta jasman).

4. Perubahan kurikulum di tahun berikutnya terjadi pada tahun 1968. Di mana penekanan dititikberatkan pada pembentukan manusia Pancasila sejati yang harus dimaksimalkan di setiap lembaga pendidikan.

6. Perubahan selanjutnya dilakukan pada tahun 1975. Pada masa perubahan ini dikenal yang namanya satuan pelajaran, yaitu rencana pelajaran setiap satuan bahasan.

Pembaharuan kurikulum selanjutnya dilakukan pada tahun 1984, 1994, 1999, 2004, 2006, dan yang terakhir adalah tahun 2013. Kurikulum 2013 yang lebih dikenal dengan istilah K13, dititikberatkan pada tiga aspek perubahan, yakni pengetahuan, ketrampilan, serta perilaku.

Komponen yang Ada Dalam Kurikulum

Dalam kurikulum terdapat 5 komponen yaitu :

1. Tujuan Kurikulum

 

 Adapun tujuan dari pendidikan di Indonesia sesuai jenjangnya adalah:

·         Tujuan pendidikan dasar yang menaruh perhatian penting pada aspek kecerdasan, pengetahuan, kepribadian, akhlak mulia, dan juga keterampilan sebagai pondasi utama. Dengan pondasi tersebut  diharapkan peserta didik mampu hidup lebih mandiri, serta memiliki kesiapan untuk memasuki jenjang pendidikan selanjutnya.

·         Tujuan pendidikan menengah, yakni untuk meningkatkan kecerdasaan, pengetahuan, kepribadian, akhlak mulia, dan juga keterampilan guna menjadi bekal bagi kehidupan remaja yang penuh tantangan.

·         Tujuan pendidikan menengah kejuruan, yang bertujuan untuk meningkatkan kecerdasaan, pengetahuan, kepribadian, akhlak mulia, dan ketrampilan yang jauh lebih baik dari sebelumnya. Dengan begitu, peserta didik siap untuk hidup mandiri di masyarakat dan mampu melanjutkan pendidikan ke jenjang selanjutnya.

·         Materi dalam Kurikulum

 

2. Materi

Materi di dalam kurikulum tidak bisa dibuat dengan sembarangan. Materi yang dicantumkan harus sesuai dengan perkembangan setiap siswa dan bermakna bagi mereka, kemudian terdiri dari pengetahuan ilmiah yang dapat diujikan kebenarannya, menjadi cerminan kenyataan nasional, serta mampu menjadi penunjang tercapainya tujuan pendidikan.

3. Strategi Pembelajaran

Strategi pembelajaran dapat berupa metode dan peralatan yang digunakan untuk menyampaikan pelajaran kepada para peserta didik.

4. Organisasi Kurikulum

 

Dalam hal ini, setiap ahli memiliki pandangan masing-masing terhadap kurikulum yang perlu diterapkan. Maka dari itu keberagaman yang ada menjadikan bekal untuk mengorganisasikan kurikulum dengan lebih baik.

Sumber : https://www.gramedia.com/literasi/pengertian-kurikulum-dan-fungsinya/

 

 


 

 

 

 

Senin, 16 Mei 2022

Karakteristik perserta didik

 

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh

Nama   : Wasilatu Rohmah

Kelas   : 4G PAI

Nim     : 12001194

 

                                              KARAKTERISTIK PERSERTA DIDIK

 

Karakteristik peserta didik diartikan sebagai  keseluruhan pola kelakukan atau pun kemampuan yang dimiliki peserta didik  dimana sebagai hasil dari pembawaan dan lingkungan, sehingga dapat  menentukan aktivitasnya dalam mencapai cita-cita atau tujuannya.

 Karakteristik perserta didik juga dapat diartikan sebagai latar belakang pengalaman yang mana dimiliki oleh peserta didik termasuk  juga aspek-aspek lain yang ada pada diri mereka seperti halnya kemampuan umum, ekspektasi terhadap pembelajaran dan ciri-ciri jasmani serta emosional siswa yang memberikan dampak terhadap keefektifan dalam kegiatan belajar.

Karakteristik perserta didik yaitu meliputi suatu kualitas kemampuan seorang perserta didik yang mana pada dasarnya bersangkutan pada kepada kemampuan akademiknya, usia, atau tingkat kedewasaan perserta didik, motivasi mata pelajaran. Pengalaman yang dimilikinya, keterampilan pada dirinya, psikomotoriknya bagaimana, kemampuan kerja sama, sert kemampuan sosialnya.

 Seperti halanya yang dikemukakan oleh Atwi Suparman, 2001:123) yaitu Karakteristik peserta didik didefinisikan sebagai ciri dari kualitas perorangan peserta didik yang ada pada umumnya meliputi antara lain kemampuan akademik, usia dan tingkat kedewasaan, motivasi terhadap mata pelajaran, pengalaman, ketrampilan, psikomotorik, kemampuan kerjasama, serta kemampuan sosial.

Dalam memahami karakteristik perserta didik  soarang pendidik harus mengetahui tahap awal karakteristik perseta didik, ada dua karakteristik kemampuan awal perserta didik yaitu :

1. Latarbelakang  Akademik

    a. Jumlah perserta didik

    b. Latarbelakang perserta didik

    c. Indeks perserta didik

    d.  Tingkat intelegensi

    e.  Keterampilan membaca

    f .  Nilai ujian

    g. Kebiasaan belajar/gaya belajar

   h. Minat belajar

   i. Harapan atau keinginan perserta didik

   j. Lapangan kerja yang diinginkan

 

2. Faktor-faktor sosial

    a. Usia

    b. Kematangan

    c. Rentang perhatian

    d. Bakat-bakat istimewa

    e. Hubungan dengan sesame perserta didik

    f.  Keadaan sosial ekonomi

 

 Dalam memahami Karakter yang sebenaranya ada dalam perserta didik seorang pendidik haruslah memahami tentang perserta didik. Dan Karakteristik yang didmiliki  peserta didik yaitu meliputi:

 1.Etnik,

2. Kultural,

3. Status sosial,

4. Minat,

5. Perkembangan kognitif,

6. Kemampuan awal,

7. Gaya belajar,

8. Motivasi,

9. Perkembangan emosi,

10. Perkembangan sosial,

11.  Perkembangan moral dan spiritual,

12. dan perkembangan motorik.

 

Sebagia Seorang pendidik juga selayaknya harus menjadi Guru yang pintar dalam memahami dan mengenali karakter dari perserta didik agar terjalannya proses beljaar mengajar dengan baik. Adapun strategi yang harus dimiliki seorang guru dalam memahami dam mengenali karakteristis perserta didik yaitu : Kenali temperamental siswa, Amati siswa selama proses belajar mengajar,

1. Kenali Temperamen Siswa

Pada dasarnya, dalam mengenali temperamental siswa yaitu dapat dilihat dari bagaimana siswa  memahami materi pelajaran dan mengerjakan tugas-tugasnya terkait erat dengan temperamen siswa itu sendiri. Nah bahkan eksplorasi cara-cara baru dalam menuntaskan tugasnya juga sangat dipengaruhi oleh karakteristik siswa tersebut.

Dapat juga  dilihat dari sebagaian siswa yang tampak antusias dan mudah beradaptasi dengan lingkungan baru. Ada pula karakter siswa yang cenderung berhati-hati saat beradaptasi degan lingkungan baru, namun semakin santai seiring waktu. Dan, ada karakter siswa yang lambat beradaptasi serta rentan menampilkan ledakan emosi. Setiap siswa memiliki karakter masing-masing dan memiliki renta emosi masing-masing.

 

2. Amati Siswa selama Proses Belajar

Sebagai seorang pendidik dalam mengamati siswa dalam proses belajar mengajar yaitu dapat dilihat dari  caranya berkomunikasi – baik verbal maupun non-verbal. Dan  bagaimana siswa berinteraksi dengan teman-temannya. Lebih dari itu, pola interaksi yang sama boleh jadi terulang pada saat siswa harus bekerja dan mengerjakan tugasnya dalam kelompok.

 

3. Komunikasi Dua Arah

Komunikasi dua arah dimana  menjadi penanda penting karakteristik guru dan siswa abad 21. Komunikasi dua arah sangat berperan penting sebagai sarana Guru untuk mengetahui sudut pandang dan perasaan siswa. Bahkan, siswa dapat menyampaikan apa yang ingin diketahui dan dipelajarinya melalui komunikasi yang baik dengan Gurunya.

 

4. Menyertakan Siswa pada Program Pengenalan Diri

Jika karakteristik siswa dapat dipahami melalui observasi, maka  bakat dan minat memerlukan cara pemahaman yang berbeda. Bakat siswa tampak dari kemampuannya, prestasinya, bahkan tes intelegensinya. Sedangkan minat siswa tampak pada hobinya, kegiatan ekstrakurikuler yang diikutinya, kegiatan yang disukainya, maupun tes minat yang diambilnya.

 

 Ada empat  (4) pokok hal dominan dari karakteristik siswa yang harus

dipahami oleh guru yaitu :

a. Kemampuan dasar seperti kemampuan kognitif atau intelektual.

b. Latar belakang kultural lokal, status sosial, status ekonomi, agama dll.

c. Perbedaan-perbedaan kepribadian seperti sikap, perasaan, minat, dll

d. Cita-cita, pandangan ke depan, keyakinan diri, daya tahan,dll

Beberapa pendapat menurut para ahli mengenai karateristik perserta didik:

a) Menurut Tadkiroatun Musfiroh, karakter mengacu kepada

serangkaian sikap (attitudes), perilaku (behaviors), motivasi

(motivations), dan keterampilan (skills).

b) Menurut Hamzah. B. Uno : Karakteristik siswa adalah aspek-aspek

atau kualitas perseorangan siswa yang terdiri dari minat, sikap,

motivasi belajar, gaya belajar kemampuan berfikir, dan kemampuan

awal yang dimiliki.

c) Ron Kurtus : Berpendapat bahwa karakter adalah satu set tingkah

laku atau perilaku (behavior) dari seseorang sehingga dari

perilakunya tersebut, orang akan mengenalnya “ia seperti apa”.

Menurutnya, karakter akan menentukan kemampuan seseorang

untuk mencapai cita-citanya dengan efektif, kemampuan untuk

berlaku jujur dan berterus terang kepada orang lain serta

kemampuan untuk taat terhadap tata tertib dan aturan yang ada.

d) Carl R. Rogers : Memberikan rumusan yang lebih ekplisif tentang

penguasan guru terhadap karakteristik peserta didik.

e) Surya : Berpendapat bahwa setiap belajar selalu ditandai oleh ciri-ciri

perubahan yang spesifik, karena karakteristik perilaku belajar sebagai

prinsip-prinsip belajar.

f) Menurut Sudirman Karakteristik siswa adalah keseluruhan pola

kelakuan dan kemampuan yang ada pada siswa sebagai hasil dari

pembawaan dari lingkungan sosialnya sehingga menentukan pola

aktivitas dalam meraih cita-citanya.

Sumber :

https://bertema.com/jenis-karakteristik-peserta-didik-wajib-dipahami-guru

https://media.neliti.com/media/publications/294823-analisis-karakteristik-peserta-didik-08bec5c4.pdf

https://akupintar.id/info-pintar/-/blogs/memahami-karakteristik-siswa-sebagai-peserta-didik-saat-belajar-mengajar

http://repository.radenintan.ac.id/10379/1/1.%20BUKU_KARAKTERISTIK_Meriyati_Fix_Baru.pdf

 

 

 

 

 

 

PERANGKAT PEMBELAJARAN

  Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh Nama : Wasilatu Rohmah Kelas   : 4G PAI Nim    : 12001194   ( PERANGKAT PEMBE,AJARAN ...