Assalamualaikum
Warahmatulahi Wabarakatu
Nama : Wasilatu Rohmah
Makul : Magang 1
Materi : Kultur Sekolah
Dari bacaan yang saya baca saya dapat menyimpulkan tetang materi
kultur sekolah yaitu kultur sekolah
merupakan suatu asumsi yang merupakan dasar dari hasil ivensi, Kultur
dalam juga dapat juga diartikan sebagai
totalitas pola perilaku, kepercayaan, kesenian, kelembagaan, dan suatu karya
pemikiran manusia yang mecirikan suatu kondisi masyarakat yang transmisikan.
Menurut Deal dan Kent mendefinikan
“kultur sekolah sebagai keyakinan dan nilai-nilai milik bersama yang menjadi
pengikat kuat kebersamaan sebagai warga suatu masyarakat”
Dari definisi yang dikemukakan oleh Deal dan Kent, dapat saya
fahami bahwa dalam sekolah pasti saja memiliki beberapa kultur sekolah, dari
beberapa kultur sekolah pasti saja satu dari kultur sekolah dominan dan
beberapa jumlah kultur sekolah dapat berperan sebagai subardinasi. Kultur
sekolah juga dapat diartikan sebagia kreasi yang dapat dipelajari dan teruji
dalam memecahkan kesulitan-kesuliatan yang dihadapi dalam sekolah untuk
membentuk dan mencetak lulusan yang memumpuni, berhati nurani dan cerdas.
·
Dalam
kultur sekolah memiliki beberapa ciri khas yaitu
1. Karakteristik kultur sekolah,
2. Identifikasi kultur sekolah.
Kultur sekolah juga disebut sebagai Budaya Sekolah atau tradisi
sekolah yang dibangun oleh Guru, Siswa, Administrator, dan Orang tua juga
berperan sebagai pendudung budaya sekolah dari waktu ke waktu.
·
Menurut
para ahli mengenai kultur sekolah yang dikenalnya Budaya sekolah yaitu
1. Menurut
Peterson (2002),
“ Suatu budaya sekolah mempengaruhi cara orang
berpikir, merasa, dan bertindak. Mampu memahami dan membentuk budaya adalah
kunci keberhasilan sekolah dalam mempromosikan staf dan belajar siswa.”
2. Menurut
Willard Waller (Deal & Peterson, 2011),
“ sekolah memiliki budaya yang pasti tentang
diri mereka sendiri. Di sekolah, ada ritual yang kompleks dalam hubungan
interpersonal, satu set kebiasaan, adat istiadat, dan sanksi irasional, kode
moral yang berlaku di antara mereka. Orangtua, guru, kepala sekolah, dan siswa
selalu merasakan sesuatu yang istimewa, namun seringkali tak terdefinisikan, tentang
sekolah mereka, tentang sesuatu yang sangat kuat namun sulit untuk dijelaskan.
Kenyataan ini, merupakan aspek sekolah yang sering diabaikan dan akibatnya
seringkali tidak hadir dalam diskusidiskusi tentang upaya perbaikan sekolah.”
Kultur sekolah atau juga budaya sekolah memiliki beberapa
unsur-unsur penting yaitu yang dimulai dari
abstrak/non-material hingga yang konkrit/material, yaitu
1. Nilai-nilai
moral, sistem peraturan, dan iklim kehidupan sekolah.
2.
Pribadi-pribadi yang merupakan warga sekolah yang terdiri atas siswa, guru, non
teaching specialist, dan tenaga administrasi.
3. Kurikulum
sekolah yang memuat gagasangagasan maupun fakta-fakta yang menjadi keseluruhan
program pendidikan.
4. Letak, lingkungan,
dan prasarana fisik sekolah gedung sekolah, mebelair, dan perlengkapan lainnya.
·
Implikasi
kultur sekolah
Dari diskripsi
aspek-aspek kultur sekolah sangat berperan dalam fungsi sekolah :
1. Visi dan
Nilai (Vision and Values)
Pendapat para ahli mengenai
Visi dan Nilai ( Vision and Values ) yaitu Menurut Kouzes dan Posner (Locke,
et.al. 1991) mendefinisikan visi sebagai berikut: “Vision as an ideal and
unique image of the future”. Atau mendefinisikan visi sebagai berikut: “Visi
sebagai suatu citra masa depan yang ideal dan unik”.
Sedangkan Menurut Hickman
& Silva mendeskripsikannya sebagai “A mental journey from the known to the
unknown, creating the future from a montage of current facts, hopes, dreams,
dangers, and opportunities” Atau Hickman & Silva mendeskripsikannya sebagai
“A perjalanan mental dari yang diketahui ke yang tidak diketahui, menciptakan
masa depan dari montase fakta saat ini,harapan, impian, bahaya, dan peluang”.
2. Upacara dan Perayaan (Ritual and Ceremony)
Dalam upacara dan perayaan merupakan
hal yang sangat berpengaruh dalam sekolah upacara, tradisi, dan perayaan bisa dikatakan sangat bermanfaat
bagi sekolah yang releven dengan budaya.
3. Sejarah dan Cerita (History and Stories)
Dalam
budaya sekolah merupakan aliran sejarah dimasalalu yang kini berkembang sesuai
zaman pada saat ini.
4. Arsitektur
dan Artefak (Architecture and Artifacts)
Dalam prngembangan Arsitektur dan
Artefak, memiliki symbol-simbol seperti arsitektur, motto, kata-kata dan
tindakan.
·
Dalam
praktik kultur sekolah ada hal yang yg terlewatkan dalam perbaikan kultur
sekolah yaitu
1. Culture fosters school effectiveness and productivity (Budaya
mendorong terwujudnya efektivitas dan produktivitas sekolah).
2. Culture improves collegial and collaborative activities that
fosters better communication and problem solving practices (Budaya meningkatkan
kegiatan kolegial dan kolaboratif yang mendorong perbaikan komunikasi dan praktik
pemecahan masalah).
3. Culture fosters successful change and improvement efforts
(Budaya mendorong upaya keberhasilan perubahan dan perbaikan).
4. Culture builds commitment and identification of staffs,
students, and administrators (Budaya membangun komitmen dan identifikasi dari
para staf, siswa dan tenaga administrasi).
5. Culture amplifies the energy, motivation, and vitality of a
school staff, students, and community (Budaya menguatkan energi, motivasi, dan vitalitas
dari staf sekolah, siswa, dan komunitas/masyarakat).
6. Culture increases the focus of daily behavior and attention on
what is important and valued (Budaya meningkatkan fokus pada perilaku keseharian
dan perhatian pada apa yang penting dan bernilai/berharga).
·
Aneka
Praktik Pengembangan Kultur Sekolah
Dalam praktik pengembangan kultur sekolah setiap sekolah memiliki
pengembangan keunikan dalam membangun kultur sekolah masing dari setiap sekolah
memiliki warga sekolah untuk memajukan sekolah dan mengembangkan kemajuan
kultur sekolah. Adapun kultur sekolah yang dapat dikembangkan antara lain :
1. Prestasi Akademik
2. Non-Akademik
3. Karakter
4. Kelestarian Lingkungan Hidup
Sumber bacaan :
http://20231076.siap-sekolah.com/2013/12/04/kultur-sekolah/#.YkE3iShBzDc
file:///C:/Users/USER/Downloads/23404-60975-1-PB.pdf