Assalamualaikum
warahmatullahi wabarakatuh
Nama : Wasilatu Rohmah
Kelas : 4G PAI
Makul : Magang 1
Materi : Manajemen Sekolah
Dari sumber bacaan yang saya baca
dapat saya fahami tentang Manajemen Sekolah. Pengertian Manajemen sekolah
merupakan dimana yang dikata suatu kegiatan yang efesien dan efektif untuk
meningkatkan kinerja sekolah. Dalam peningkatan kinerja sekolah yang efesien
dan efektif yaitu untuk tujuan pendidikan mencapai tujuan nasioal dan tujuan
kelembagaan yang mana hasilanya agar dapat dilihat oleh indikator kinerja yang
mana telah dicapai oleh sekolah.
Ada pula pengertian manajmen sekolah yaitu suatu tindakan
pengelolahan dan pengadministrasian sekolah. Manajmen pendidikan sekolah juga
dapat diartikan sebagai pemberdaya sumber daya manusia dan sumber daya lain nya
untuk mencapai tujuan atau kepentingan sekolah.
Pengertian manajemen menurut para ahli:
·
Dari
Kathryn . M.Bartol dan David C. Martin yang dikutip oleh A.M. Kadarman SJ dan
Jusuf Udaya (1995) memberikan rumusan bahwa :“Manajemen adalah proses untuk
mencapai tujuan – tujuan organisasidengan melakukan kegiatan dari empat fungsi
utama yaitu merencanakan(planning), mengorganisasi (organizing), memimpin
(leading), dan mengendalikan (controlling). Dengan demikian, manajemen adalah
sebuah kegiatan yang berkesinambungan”.
·
Sedangkan
dari Stoner sebagaimana dikutip oleh T. Hani Handoko (1995) mengemukakan bahwa
: “Manajemen adalah proses perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, dan
pengawasan usaha-usaha para anggota organisasi dan penggunaan sumber
daya-sumber daya organisasi lainnya agar mencapai tujuan organisasi yang telah
ditetapkan”.
Aspek aspek menejmen sekolah menejmen sekolah memiliki 2 aspek
yaitu aspek menejmen eksternal dan manajmen internal
·
Contoh
dari aspek manajmen eksternal yaitu: Meliputi hubungan dengan pihak luar
sekolah contoh nya yaitu masyarakat, dewan pendidikan, dinas pendidikan, dan
pihak lain yg terkait dengan fungsi sekolah.
·
Contoh
manajemen internal : Yaitu seperti labolatorium, perpustakaan, bangunan- bangunan
yang ada di sekolah dan sarana fisik
lainnya ada juga pelahsanaan evaluasi pendidikan, hubungan antara guru dan
murid, dan sumber pengelolaan dana.
Kegiantan manajemen sekolah :
· Kesiswaaan
·
Kurikulum
·
Sarana
prasarana
·
Ketenagaan
·
Keuangan
·
Humas
·
Layanan
teknis
·
Organisasi
·
Supervisi
internal
·
Ketatalaksaanaan
Fungsi-fungsi manajemen sekolah/manajemen pendidikan :
·
perencanaan
(planning);
·
pengorganisasian (organizing);
·
pelaksanaan
(actuating) dan
·
pengawasan
(controlling).
Sedangkan fungsi-fungsi manajemen sekolah menurut para ahli :
1). Menurut G.R. Terry terdapat empat fungsi manajemen, yaitu :
1) planning (perencanaan);
2) organizing (pengorganisasian);
3) actuating (pelaksanaan); dan
4) controlling (pengawasan).
2). Menurut Henry Fayol terdapat lima fungsi manajemen, meliputi :
1) planning (perencanaan);
2) organizing (pengorganisasian);
3) commanding (pengaturan);
4) coordinating (pengkoordinasian); dan
5) controlling (pengawasan).
3). Menurut Harold Koontz dan Cyril O’ Donnel mengemukakan lima
fungsi manajemen, mencakup :
1) planning (perencanaan);
2) organizing (pengorganisasian);
3) staffing (penentuan staf);
4) directing (pengarahan); dan
5) controlling (pengawasan).
4). Menurut , L. Gullick mengemukakan tujuh fungsi manajemen, yaitu
:
1) planning (perencanaan);
2) organizing (pengorganisasian);
3) staffing (penentuan staf);
4) directing (pengarahan);
5) coordinating (pengkoordinasian);
6) reporting (pelaporan); dan
7) budgeting (penganggaran).
Penjelasan fungsi-fungsi manajemen pendidikan
1. Perencanaan
( planning )
Perencanaan dalam manajemen sekolah
merupakan suatu kegiatan perencanaan yaitu menetapkan tujuan yang akan dicapai
oleh peserta didik dan meliputi cara cara untuk mencapai tujuan tersebut. Arti utama perencanaan yaitu sebagai kejelasan
arah bagi setiap kegiatan sekolah sehingga setiap legiatan berjalan secara
efesien dan efektif.
Sembilan manfaat perencanaanyang dikemukakan
oleh T. Hani Handoko
(1) membantu manajemen untuk menyesuaikan diri
dengan perubahanperubahan
lingkungan;
(2) membantu dalam kristalisasi persesuaian
pada
masalah-masalah
utama;
(3)
memungkinkan manajer memahami
keseluruhan
gambaran;
(4) membantu penempatan tanggung jawab lebih
tepat;
(5) memberikan
cara pemberian perintah untuk beroperasi;
(6) memudahkan dalam melakukan koordinasi di
antara berbagai bagian
organisasi;
(7) membuat
tujuan lebih khusus, terperinci dan lebih mudah
dipahami;
(8)
meminimumkan pekerjaan yang tidak pasti; dan
(9) menghemat
waktu, usaha dan dana.
2. Pengorganisasian
( organizing )
Fungi manajemen sekolah
perorganisasian ( organizing ) yaitu sebagia tugas untuk melengkapi
rencana-rencana yang telah dibuat
susunan oranisasi pelaksanaanya.
Sedangkan
menurut para ahli :
Menurut George R. Terry (1986) yang mengemukakan bahwa : “Pengorganisasian
adalah tindakan mengusahakan hubungan-hubungan kelakuan yang efektif antara
orang-orang, sehingga mereka dapat bekerja sama secara efisien, dan memperoleh
kepuasan pribadi dalam melaksanakan tugas-tugas tertentu, dalam kondisi
lingkungan tertentu guna mencapai tujuan atau sasaran tertentu”.
3. Pelaksanaan
(actuating )
Fungsi manajemen sekolah pelaksanaan
( actuating ) yaitu yang memiliki peran paling penting atau fungsi yang utama dari fungsi Manajemen sekolah
perencanaan ( planning )dan pengorganisasian ( organizing ) yaitu lebih berhubungan
dengan aspek-aspek abstark manajemen, sedangkan pelakasanaan ( actuating )
yaitu lebih menekan pada kegiatan yang berhubungan langsung,
Dalam hal ini, George R. Terry (1986) mengemukakan bahwa actuating merupakan
usaha menggerakkan anggota-anggota kelompok sedemikian rupa hingga mereka
berkeinginan dan berusaha untuk mencapai sasaran perusahaan dan sasaran
anggota-anggota perusahaan tersebut oleh karena para anggota itu juga ingin
mencapai sasaran-sasaran tersebut.
4. Pengawasan (
controlling )
Fungsi manajemen sekolah pengawasan
( controlling ) yaitu sama-sama berperan
penting dengan fungsi manajemen sekolah yang lain. Fungsi manajemen sekolah
seperti perencanaan, perorganisasian dan pengawasan tidak akan bisa bisa
berjalan secara efektif tanpa adanya fungsi manajemen pengawasan.
Menurut T. Hani
Handoko (1995) yang mengemukakan tentang pengawasan yaitu : “Pengawasan
manajemen adalah suatu usaha sistematik untuk menetapkan standar pelaksanaan
dengan tujuan – tujuan perencanaan, merancang sistem informasi umpan balik,
membandingkan kegiatan nyata dengan standar yang telah ditetapkan sebelumnya,
menentukan dan mengukur penyimpangan-penyimpangan, serta mengambil tindakan
koreksi yang diperlukan untuk menjamin bahwa semua sumber daya perusahaan dipergunakan
dengan cara paling efektif dan efisien dalam pencapaian tujuan-tujuan
perusahaan.
Sumber :
https://id.wikipedia.org/wiki/Manajemen_sekolah
Jurnal Rahmania Utari
Jurnal Akhmad Sudrajat M.Pd.A