Selasa, 26 April 2022

4 kompetensi guru perfesional

 

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh 

Nama    : Wasilatu Rohmah

Kelas    : 4G PAI

Nim      : 12001194 

    Secara sederhana dapat diungkapkan bahwa guru adalah yang mampu menjalankan fungsi dan tugasnya menurut kriteria tertentu yang ditetapkan oleh pemerintah. Menurut UU No 14 tahun 2005 tentang Guru dan Dosen; seorang guru profesional harus memiliki empat kompetensi dasar dalam pendidikan. Empat kompetensi dasar ini diantaranya adalah kompetensi profesional, pedagogik, sosial, dan kompetensi kepribadian. 

   

    Kompetensi guru adalah menjadikan pengetahuan menjadi kebulatan keterampilan dan sikap yang ditampilkan dalam bentuk perilaku cerdas dan penuh tanggung jawab yang dimiliki seorang guru dalam menjalankan profesinya. Dan seorang guru telah di haruskan memiliki 4 kompetensi tersebut dan kemampuan dalam mengelola ilmu pengetahuan yang di miliki guru tersebut, serta kemampuan dalam menguasai matapelajara, dan kemampuan dalam berinteraksi sosial baik dengan sesama peserta didik maupun dengan sesama guru dan kepala sekolah, bahkan dengan masyarakat luas. Kompetensi guru adalah seperangkat penguasaan kemampuan yang harus ada dalam diri guru agar dapat mewujudkan kinerjanya secara tepat dan efektif. Karena seorang guru tidak hanya terampil dalam mengajar tentu juga harus memiliki pribadi yang baik dan mampu melakukan social adjustment dalam masyarakat


  Pelaksanaan pendidikan di Indonesia masih sangat tergantung oleh guru sebagai pusat pendidikan. Terutama di tingkat pendidikan sekolah dasar. Proses dimiliki oleh setiap guru. Empat kompetensi tersebut yaitu kompetensi pedagogis, kompetensi kepribadian, kompetensi sosial dan kompetensi profesional. Padahal dalam kenyataannya, pelaksanaannya di lapangan masih banyak sekali tenaga pendidik yang kurang memperhatikan empat kompetensi tersebut. Siswa sekolah dasar tidak hanya membutuhkan seorang guru yang hanya datang ke kelas untuk menyampaikan materi pelajaran saja, akan tetapi siswa sekolah dasar memutuhkan hal-hal lain yang bisa menjadikannya sebagai manusia terdidik. Selain itu, siswa sekolah dasar juga membutuhkan hal-hal lain untuk menunjang ketercapaian tujuan pendidikan sekolah dasar yang tidak dapat diperoleh siswa dari guru yang hanya pintar dalam penguasaan materi saja. 

Pendidikan dalam sekolah ini memiliki tujuan yang dapat dilaksanakan jika mendapatkan dukungan dalam melaksanakan tujuan tersebut dari beberapa komponen, berkut ini adalah berbagai komponen yang bertujuan mencapai tujuan pendidikan sekolah 

 Proses pendidikan di sekolah dasar melibatkan komponen-komponen :

a) visi, misi dan tujuan pendidikan, 

b) peserta didik,

c) pendidik dan tenaga kependidikan, 

d) kurikulum/materi pendidikan, 

e) proses belajar mengajar, 

f) sarana dan prasarana pendidikan, 

g) manajemen pendidikan di sekolah, dan 

h) lingkungan eksternal pendidikan. 


Dengan demikian, komponen penting dalam pencapaian tujuan pendidikan sekolah dasar salah satunya yaitu tenaga pendidik/guru. 


    Guru sebagai pendidik adalah tokoh yang paling banyak bergaul dan berinteraksi dengan para murid dibandingkan dengan personel lainnya di sekolah. Guru bertugas merencanakan dan melaksanakan proses pembelajaran, menilai hasil pembelajaran, melakukan bimbingan dan pelatihan, melakukan penelitian dan pengkajian, dan membuka komunikasi dengan masyarakat. (Syaiful Sagala, 2009 : 6) Dengan demikian tugas seorang guru bukan hanya menyampaikan materi ajar, akan tetapi menyeluruh seperti yang telah disebutkan di atas. 

Menurut Pidarta (1997) dalam Jamil Suprihatiningrum (2014 : 26) peran guru/pendidik antara lain 

1) sebagai manajer pendidikan atau pengorganisasian kurikulum, 

2) sebagai fasilitator pendidikan, 

3) pelaksana pendidikan, 

4) pembimbing dan supervisor, 

5) penegak disiplin, 

6) menjadi model perilaku yang akan ditiru siswa, 

7) sebagai konselor, 

8) menjadi penilai, 

9) petugas tata usaha tentang administrasi kelas yang diajarnya, 

10) menjadi komunikator dengan orangtua siswa dengan masyarakat,

11) sebagai pengajar untuk meningkatkan profesi secara berkelanjutan, 

12) menjadi anggota profesi pendidikan.

 

    Dari uraian-uraian di atas dapat disimpilkan bahwa peran guru tidak hanya menyampaikan materi ajar, akan tetapi juga berhubungan dengan lingkungan masyarakat, pemahaman terhadap peserta didik, kepribadian, serta tugas sebagai pendidik. Peran-peran tersebut berkaitan dengan empat kompetensi guru yaitu kompetensi pedagogis, kompetensi kepribadian, kompetensi sosial dan kompetensi profesional. 


    Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan oleh Nutrima Lestari tahun 2016, yang berjudul “Peningkatan Kompetensi Guru Sekolah Dasar Di Kecamatan Srumbung Kabupaten Magelang” kompetensi yang dimiliki guru masih terbilang rendah. Standar kompetensi pedagogik belum dapat terpenuhi. Hal ini terlihat dari guru belum dapat memanfaatkan teknologi dalam pembelajaran, metode pembelajaran masih menggunakan metode konvensional, dan hasil UKG yang dilakukan oleh Pihak Dinas mayoritas nilai yang diperoleh juga masih rendah. Standar kompetensi kepribadian sudah dapat terpenuhi. Terlihat dalam sikap (attitude) dan kepribadian (personality). Standar kompetensi sosial guru, mayoritas sudah baik terbukti dari interaksi yang dilakukan guru baik dari pihak dalam maupun luar. Standar kompetensi profesional guru belum terpenuhi secara maksimal. Tebukti dari mayoritas guru bekerja belum sesuai dengan latar belakang pendidikan, RPP hanya mengcopy paste. 

    Hasil penelitian dari Leonie Francisca tahun 2015 dengan judul “Keterkaitan Antara Moral Knowing, Moral Feeling,Dan Moral Behavior Pada Empat Kompetensi Dasar Guru” menerangkan bahwa Hasil data kuantitatif menunjukkan sekitar 66,67% guru berada 

    pada taraf cukup memadai di keempat kompetensi dasar guru terkait komponen pembentukan karakter. Data kualitatif menunjukkan bahwa pada proses pendidikan karakter, kompetensi dasar guru tidak selalu berdasarkan ketiga komponen pembentukan karakter tersebut. Akibatnya, guru-guru menjadi kurang tepat saat mengajarkan pendidikan karakter kepada peserta didik. 

    Berdasarkan data tersebut, secara umum kompetensi yang dimiliki guru sangat berpengaruh terhadap peserta didik. Kompetensi guru di Indonesia masih tergolong rendah untuk mencapai tujuan pendidikan sekolah dasar. Oleh karena itu, kompetensi guru dirasa perlu untuk menunjang tercapainya tujuan pendidikan sekolah dasar.

Selasa, 19 April 2022

Manajemen kelas

 

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh

Nama   : Wasilatu Rohmah

Kelas   : 4G PAI

Nim     : 12001194

Materi  : Manajemen kelas

 

Manajmen kelas adalah sebuah upaya yang berupa kegiatan kegiatan yg di terapkan oleh guru untuk menjadikan situasi dan kegiatan didalam kelas menjadi konduksif dalam rangka pencapaian tujuan pembelajaran yang maksimal.  Kegiatan ini merupakan suatu usaha yang sengaja dilakukan oleh guru supaya pembelajaran dapat berjalan efektif sehingga memungkinkan siswa untuk mengembangkan kemampuan semaksimal mungkin dan membentuk perilaku berbudaya.

Manajemen kelas merupakan sebuah usaha yang dimana guru mengharapkan dengan usaha ini kelas dapat diarahkan untuk mewujudkan suasana belajar mengajar yang efektif dan menyenangkan serta dapat memotivasi siswa untuk belajar dengan baik sesuai dengan kemampuan. Dengan kata lain manjemen kelas merupakan usaha secara sadar untuk mengatur kegiatan proses belajar mengajar secara sistematis

Di dalam manajemen kelas terdapat beberapa elemen yang harus dilaksanakan untuk mempermudah dan membantu mewujutkan situasi didalam kelas dapat lebih efektif

Berikut ini adalah  elemen-elemen yang perlu diperhatikan dalam manajemen kelas:

1. .Elemen yang bisa di observasi

    a.penggunaan ruangan kelas

    b.penggunaan waktu

    c.aktivitas belajar mengajar

    d.interaksi/komunikasi

   e.suasana

   f.fasilitas kelas

 

2. Elemen-elemen tersembunyi

- faktor individual kognitif dan afektif

- faktor kelompok

- faktor pergaulan luas, budaya dan lain-lain

 

3. Elemen-elemen inti:

- waktu dan tempat (time and space)

- engagement (afektif domain)

- partisipasi

 

Tujuan Manajemen Kelas:

Manajemen kelas adalah penyediaan fasilitas dan kegiatan-kegiatan agar dapat membantu siswa belajar dan bekerja serta mampu menghadirkan suasana sosial yang dapat memberikan kepuasan, kedisiplinan, mampumengembangkan kognitif, aefektif, dan menginspirasi siswa

Dan berikut ini adalah beberapa tujuan manajemen kelas :

1. Mewujudkan situasi dan kondisi kelas yang memungkinkan peserta didik untuk mengembangkan kemampuan

2. Menghilangkan berbagai kendala yang menghambat terwujudnya interaksi pembelajaran

3. Menyediakan dan mengatur fasilitas yang mendukung dan memungkinkan belajar sesuai dengan lingkungan sosial, emosional, dan intelek siswa dalam belajar

4. Membina dan membimbing siswa sesuai dengan latar belakang sosial, ekonomi, budaya, serta sifat-sifat individualnya.

 

Implementasi Manajemen Kelas

Dalam upaya meningkatkan mutu dan kualitas pendidikan di sekolah diperlukan kemampuan guru dalam mengelola dan melaksanakan manajemen kelas. Sekolah ataupun kelas perluberkembang maju daritahun ke tahun.Karena itu, hubungan baik gurudengan murid perlu diciptakan agar terjalin iklim dan suasana pembelajaranyang kondusif serta menyenangkan. Demikian halnya penataan penampilan fisik dan kelas perlu dibina agar kelas menjadi lingkungan pendidikan yangdapat menimbulkan sekaligus mengembangkan jiwa berkreasi, disiplin, dan semangatbelajar peserta didik, atas dasar inilah maka diperlukan suatu upaya guru untuk mengimplementasikan manajemen kelas.

Untuk mengimplementasikan manajemen kelas secara efektif dan efisien, guru perlu memiliki pengetahuan mengelola pembelajaran dalam kelas,yang dimulai dari tahap awal seperti kegiatan merencanakan, memiliki pengetahuan luas tentang bagaimana melakukan pengorganisasian kelas yang baik serta diperlukannya sikap kewibawaan guru yang perlu ditingkatkan sehingga memunculkan jiwa kepedulian, semangat mengajar, disiplin mengajar, keteladanan danhubungan manusiawi dengan siswa sebagai moral yang bermartabat dalam rangka membantu mewujudkan suasana pembelajaran di sekolah yang konduksif.Lebih lanjut.

Disamping itu juga dalam pengimplementasian manajemen kelas ini guru juga dituntut untuk melakukanfungsinya sebagai manajer atau guru dalam meningkatkan proses pembelajaran, seperti dengan melaksanakan kegiatan pembinaan pada siswa, memberikan saran-saran positif , tukar pikiran atau sumbang saran guru pada siswa sebagai upaya untuk membangkitkan motivasi dan semangat belajar yang pada akhirnya mengupayakan untuk mencapai tujuan pembelajaran itu sendiri

Kegiatan manajemen kelas meliputi dua kegiatan yang secara garis besar terdiri dari:

a. Pengaturan orang (siswa)

Penempatan siswa dalam kelas sesuai dengan potensi intelektual dan perkembangan emosionalnya. Siswa diberi kesempatan untuk memperoleh posisi dalam belajar yang sesuai dengan minat dan keinginannya.

b. Pengaturan fasilitas

Fasilitas kelas harus dapat memenuhi dan mendukung interaksi yang terjadi sehingga harmonisasi kehidupan kelas dapat berlangsung dengan baik dari permulaan masa kegiatan belajar sampai akhir masa belajar mengajar.

Permasalahan-permasalahan dalam manajemen kelas:

a. Masalah yang disebabkan oleh guru

guru membiarkan peserta didik berbuat salah

guru lebih mementingkan materi daripada peserta didik

guru kurang menghargai peserta didik

guru kurang memiliki rasa humor

guru mempermalukan siswa

guru gagal menjelaskan tujuan pelajaran pada siswa

guru tidak memahami perbedaan individu

guru berbicara tidak jelas

guru memberi tugas yang terlalu berat dan kompleks

guru tidak memberikan umpan balik terhadap siswa

b. Masalah yang disebabkan oleh peserta didik

siswa yang terlalu mencari perhatian

siswa yang sakit

siswa yang tidak mengerjakan pekerjaan rumah

siswa yang pesimis daan kurang motivasi belajar

c. Masalah yang disebabkan oleh lingkungan

lingkungan rumah/keluarga

lingkungan tempat tinggal

lingkungan sekolah

situasi sekolah

Langkah-langkah pemecahan masalah manajemen kelas:

 

a.     Langkah pencegahan:

1. Peningkatan kesadaran diri sebagai seorang  guru.

2. Peningkatan kesadaran peserta didik

3. Guru bersikap tulus

4. Guru harus mengenal alternative pengelolaan

5. Guru menciptkaan kontak sosial dengan peserta didik

 

b. Langkah penyembuhan (kuratif)

1. Mengidentifikasi masalah

2. Menganalisis masalah

3. Menilai alternative pemecahan masalah

4. Mendapatkan balikan

 

Selain langakah-langkah di atas, pemecahan masalah manajemen kelas menurut Maman Surachman (1999:2016-227) adalah sebagai berikut:

a.     Pengenalan siswa

Pengenaln yang baik terhadap siswa dan pengetahuan mengenai latar belakang mereka akan membuat guru bisa memahami dan mengaambil langkah yang tepaat dalam manajemen kelas

b.     Melakukan tindakan korektif

Guru dituntut untuk berbuat sesuatu setepat mungkin dalam kelas

c.     Melakukan tindakan penyembuhan

 

Konsep dasar yang perlu dicermati dalam manajemen kelas adalah penempatan individu, kelompok, sekolah, dan faktor lingkungan yang mempengaruhinnya. Tugas guru sebagai mengontrol, mengatur atau mendisiplinkan peserta didik adalah tindakan yang kurang tepat lagi untuk saat ini.

Minggu, 10 April 2022

Manajemen Sekolah

 

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh

Nama   : Wasilatu Rohmah

Kelas   : 4G PAI

Makul  : Magang 1

Materi  : Manajemen Sekolah

 

            Dari sumber bacaan yang saya baca dapat saya fahami tentang Manajemen Sekolah. Pengertian Manajemen sekolah merupakan dimana yang dikata suatu kegiatan yang efesien dan efektif untuk meningkatkan kinerja sekolah. Dalam peningkatan kinerja sekolah yang efesien dan efektif yaitu untuk tujuan pendidikan mencapai tujuan nasioal dan tujuan kelembagaan yang mana hasilanya agar dapat dilihat oleh indikator kinerja yang mana telah dicapai oleh sekolah.

Ada pula pengertian manajmen sekolah yaitu suatu tindakan pengelolahan dan pengadministrasian sekolah. Manajmen pendidikan sekolah juga dapat diartikan sebagai pemberdaya sumber daya manusia dan sumber daya lain nya untuk mencapai tujuan atau kepentingan sekolah.

Pengertian manajemen menurut para ahli:

·         Dari Kathryn . M.Bartol dan David C. Martin yang dikutip oleh A.M. Kadarman SJ dan Jusuf Udaya (1995) memberikan rumusan bahwa :“Manajemen adalah proses untuk mencapai tujuan – tujuan organisasidengan melakukan kegiatan dari empat fungsi utama yaitu merencanakan(planning), mengorganisasi (organizing), memimpin (leading), dan mengendalikan (controlling). Dengan demikian, manajemen adalah sebuah kegiatan yang berkesinambungan”.

·         Sedangkan dari Stoner sebagaimana dikutip oleh T. Hani Handoko (1995) mengemukakan bahwa : “Manajemen adalah proses perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, dan pengawasan usaha-usaha para anggota organisasi dan penggunaan sumber daya-sumber daya organisasi lainnya agar mencapai tujuan organisasi yang telah ditetapkan”.

 

Aspek aspek menejmen sekolah menejmen sekolah memiliki 2 aspek yaitu aspek menejmen eksternal dan manajmen internal

·         Contoh dari aspek manajmen eksternal yaitu: Meliputi hubungan dengan pihak luar sekolah contoh nya yaitu masyarakat, dewan pendidikan, dinas pendidikan, dan pihak lain yg terkait dengan fungsi sekolah.

·         Contoh manajemen internal : Yaitu seperti labolatorium, perpustakaan, bangunan- bangunan  yang ada di sekolah dan sarana fisik lainnya ada juga pelahsanaan evaluasi pendidikan, hubungan antara guru dan murid, dan sumber pengelolaan dana.

Kegiantan manajemen sekolah :

·         Kesiswaaan                              

·         Kurikulum

·         Sarana prasarana

·         Ketenagaan

·         Keuangan

·         Humas

·         Layanan teknis

·         Organisasi

·         Supervisi internal

·         Ketatalaksaanaan

 

Fungsi-fungsi manajemen sekolah/manajemen pendidikan :

·         perencanaan (planning);

·          pengorganisasian (organizing);

·         pelaksanaan (actuating) dan

·         pengawasan (controlling).

 

Sedangkan fungsi-fungsi manajemen sekolah menurut para ahli :

1). Menurut G.R. Terry terdapat empat fungsi manajemen, yaitu :

1) planning (perencanaan);

2) organizing (pengorganisasian);

3) actuating (pelaksanaan); dan

4) controlling (pengawasan).

2). Menurut Henry Fayol terdapat lima fungsi manajemen, meliputi :

1) planning (perencanaan);

2) organizing (pengorganisasian);

3) commanding (pengaturan);

4) coordinating (pengkoordinasian); dan

5) controlling (pengawasan).

3). Menurut Harold Koontz dan Cyril O’ Donnel mengemukakan lima

fungsi manajemen, mencakup :

1) planning (perencanaan);

2) organizing (pengorganisasian);

3) staffing (penentuan staf);

4) directing (pengarahan); dan

5) controlling (pengawasan).

4). Menurut , L. Gullick mengemukakan tujuh fungsi manajemen, yaitu :

1) planning (perencanaan);

2) organizing (pengorganisasian);

3) staffing (penentuan staf);

4) directing (pengarahan);

5) coordinating (pengkoordinasian);

6) reporting (pelaporan); dan

7) budgeting (penganggaran).

 

  Penjelasan fungsi-fungsi manajemen pendidikan

1. Perencanaan ( planning )

            Perencanaan dalam manajemen sekolah merupakan suatu kegiatan perencanaan yaitu menetapkan tujuan yang akan dicapai oleh peserta didik dan meliputi cara cara untuk mencapai tujuan tersebut.  Arti utama perencanaan yaitu sebagai kejelasan arah bagi setiap kegiatan sekolah sehingga setiap legiatan berjalan secara efesien dan efektif.

 Sembilan manfaat perencanaanyang dikemukakan oleh T. Hani Handoko

 (1) membantu manajemen untuk menyesuaikan diri dengan perubahanperubahan

lingkungan;

 (2) membantu dalam kristalisasi persesuaian pada

masalah-masalah utama;

(3) memungkinkan manajer memahami

keseluruhan gambaran;

 (4) membantu penempatan tanggung jawab lebih

tepat;

(5) memberikan cara pemberian perintah untuk beroperasi;

 (6) memudahkan dalam melakukan koordinasi di antara berbagai bagian

organisasi;

(7) membuat tujuan lebih khusus, terperinci dan lebih mudah

dipahami;

(8) meminimumkan pekerjaan yang tidak pasti; dan

(9) menghemat waktu, usaha dan dana.

 

2. Pengorganisasian ( organizing )

            Fungi manajemen sekolah perorganisasian ( organizing ) yaitu sebagia tugas untuk melengkapi rencana-rencana yang telah dibuat  susunan oranisasi pelaksanaanya.

Sedangkan menurut para ahli :

 Menurut George R. Terry (1986)  yang mengemukakan bahwa : “Pengorganisasian adalah tindakan mengusahakan hubungan-hubungan kelakuan yang efektif antara orang-orang, sehingga mereka dapat bekerja sama secara efisien, dan memperoleh kepuasan pribadi dalam melaksanakan tugas-tugas tertentu, dalam kondisi lingkungan tertentu guna mencapai tujuan atau sasaran tertentu”.

 

3. Pelaksanaan (actuating )

            Fungsi manajemen sekolah pelaksanaan ( actuating ) yaitu yang memiliki peran paling penting  atau fungsi yang utama dari fungsi Manajemen sekolah perencanaan ( planning )dan pengorganisasian ( organizing ) yaitu lebih berhubungan dengan aspek-aspek abstark manajemen, sedangkan pelakasanaan ( actuating ) yaitu lebih menekan pada kegiatan yang berhubungan langsung,

Dalam hal ini, George R. Terry (1986) mengemukakan bahwa actuating merupakan usaha menggerakkan anggota-anggota kelompok sedemikian rupa hingga mereka berkeinginan dan berusaha untuk mencapai sasaran perusahaan dan sasaran anggota-anggota perusahaan tersebut oleh karena para anggota itu juga ingin mencapai sasaran-sasaran tersebut.

 

4. Pengawasan ( controlling )

            Fungsi manajemen sekolah pengawasan ( controlling ) yaitu  sama-sama berperan penting dengan fungsi manajemen sekolah yang lain. Fungsi manajemen sekolah seperti perencanaan, perorganisasian dan pengawasan tidak akan bisa bisa berjalan secara efektif tanpa adanya fungsi manajemen pengawasan.

Menurut T. Hani Handoko (1995) yang mengemukakan tentang pengawasan yaitu : “Pengawasan manajemen adalah suatu usaha sistematik untuk menetapkan standar pelaksanaan dengan tujuan – tujuan perencanaan, merancang sistem informasi umpan balik, membandingkan kegiatan nyata dengan standar yang telah ditetapkan sebelumnya, menentukan dan mengukur penyimpangan-penyimpangan, serta mengambil tindakan koreksi yang diperlukan untuk menjamin bahwa semua sumber daya perusahaan dipergunakan dengan cara paling efektif dan efisien dalam pencapaian tujuan-tujuan perusahaan.

Sumber : 

https://id.wikipedia.org/wiki/Manajemen_sekolah

Jurnal Rahmania Utari

Jurnal Akhmad Sudrajat M.Pd.A

 

 

 

Senin, 04 April 2022

Kultur Sekolah

 

Assalamualaikum Warahmatulahi Wabarakatu

Nama   : Wasilatu Rohmah

Makul : Magang 1

Materi  : Kultur Sekolah

 

Dari bacaan yang saya baca saya dapat menyimpulkan tetang materi kultur sekolah yaitu kultur sekolah  merupakan suatu asumsi yang merupakan dasar dari hasil ivensi, Kultur dalam  juga dapat juga diartikan sebagai totalitas pola perilaku, kepercayaan, kesenian, kelembagaan, dan suatu karya pemikiran manusia yang mecirikan suatu kondisi masyarakat yang transmisikan. Menurut  Deal dan Kent mendefinikan “kultur sekolah sebagai keyakinan dan nilai-nilai milik bersama yang menjadi pengikat kuat kebersamaan sebagai warga suatu masyarakat”      

Dari definisi yang dikemukakan oleh Deal dan Kent, dapat saya fahami bahwa dalam sekolah pasti saja memiliki beberapa kultur sekolah, dari beberapa kultur sekolah pasti saja satu dari kultur sekolah dominan dan beberapa jumlah kultur sekolah dapat berperan sebagai subardinasi. Kultur sekolah juga dapat diartikan sebagia kreasi yang dapat dipelajari dan teruji dalam memecahkan kesulitan-kesuliatan yang dihadapi dalam sekolah untuk membentuk dan mencetak lulusan yang memumpuni, berhati nurani dan cerdas.

·         Dalam kultur sekolah memiliki beberapa ciri khas yaitu

 1.  Karakteristik kultur sekolah,

 2. Identifikasi kultur sekolah.

Kultur sekolah juga disebut sebagai Budaya Sekolah atau tradisi sekolah yang dibangun oleh Guru, Siswa, Administrator, dan Orang tua juga berperan sebagai pendudung budaya sekolah dari waktu ke waktu.

·         Menurut para ahli mengenai kultur sekolah yang dikenalnya Budaya sekolah yaitu

1. Menurut Peterson (2002),

 “ Suatu budaya sekolah mempengaruhi cara orang berpikir, merasa, dan bertindak. Mampu memahami dan membentuk budaya adalah kunci keberhasilan sekolah dalam mempromosikan staf dan belajar siswa.”

 

2. Menurut Willard Waller (Deal & Peterson, 2011),

 sekolah memiliki budaya yang pasti tentang diri mereka sendiri. Di sekolah, ada ritual yang kompleks dalam hubungan interpersonal, satu set kebiasaan, adat istiadat, dan sanksi irasional, kode moral yang berlaku di antara mereka. Orangtua, guru, kepala sekolah, dan siswa selalu merasakan sesuatu yang istimewa, namun seringkali tak terdefinisikan, tentang sekolah mereka, tentang sesuatu yang sangat kuat namun sulit untuk dijelaskan. Kenyataan ini, merupakan aspek sekolah yang sering diabaikan dan akibatnya seringkali tidak hadir dalam diskusidiskusi tentang upaya perbaikan sekolah.”

 

Kultur sekolah atau juga budaya sekolah memiliki beberapa unsur-unsur penting yaitu yang dimulai dari  abstrak/non-material hingga yang konkrit/material, yaitu

1. Nilai-nilai moral, sistem peraturan, dan iklim kehidupan sekolah.

2. Pribadi-pribadi yang merupakan warga sekolah yang terdiri atas siswa, guru, non teaching specialist, dan tenaga administrasi.

3. Kurikulum sekolah yang memuat gagasangagasan maupun fakta-fakta yang menjadi keseluruhan program pendidikan.

4. Letak, lingkungan, dan prasarana fisik sekolah gedung sekolah, mebelair, dan perlengkapan lainnya.

 

·         Implikasi kultur sekolah

Dari diskripsi aspek-aspek kultur sekolah sangat berperan dalam fungsi sekolah :

1. Visi dan Nilai (Vision and Values)

 Pendapat para ahli mengenai Visi dan Nilai ( Vision and Values ) yaitu Menurut Kouzes dan Posner (Locke, et.al. 1991) mendefinisikan visi sebagai berikut: “Vision as an ideal and unique image of the future”. Atau mendefinisikan visi sebagai berikut: “Visi sebagai suatu citra masa depan yang ideal dan unik”.

 Sedangkan Menurut Hickman & Silva mendeskripsikannya sebagai “A mental journey from the known to the unknown, creating the future from a montage of current facts, hopes, dreams, dangers, and opportunities” Atau Hickman & Silva mendeskripsikannya sebagai “A perjalanan mental dari yang diketahui ke yang tidak diketahui, menciptakan masa depan dari montase fakta saat ini,harapan, impian, bahaya, dan peluang”.

 

2.  Upacara dan Perayaan (Ritual and Ceremony)

            Dalam upacara dan perayaan merupakan hal yang sangat berpengaruh dalam sekolah upacara, tradisi,  dan perayaan bisa dikatakan sangat bermanfaat bagi sekolah yang releven dengan budaya.

 

3.  Sejarah dan Cerita (History and Stories)

                        Dalam budaya sekolah merupakan aliran sejarah dimasalalu yang kini berkembang sesuai zaman pada saat ini.

 

4. Arsitektur dan Artefak (Architecture and Artifacts)

            Dalam prngembangan Arsitektur dan Artefak, memiliki symbol-simbol seperti arsitektur, motto, kata-kata dan tindakan.

 

·         Dalam praktik kultur sekolah ada hal yang yg terlewatkan dalam perbaikan kultur sekolah yaitu

1. Culture fosters school effectiveness and productivity (Budaya mendorong terwujudnya efektivitas dan produktivitas sekolah).

2. Culture improves collegial and collaborative activities that fosters better communication and problem solving practices (Budaya meningkatkan kegiatan kolegial dan kolaboratif yang mendorong perbaikan komunikasi dan praktik pemecahan masalah).

3. Culture fosters successful change and improvement efforts (Budaya mendorong upaya keberhasilan perubahan dan perbaikan).

4. Culture builds commitment and identification of staffs, students, and administrators (Budaya membangun komitmen dan identifikasi dari para staf, siswa dan tenaga administrasi).

5. Culture amplifies the energy, motivation, and vitality of a school staff, students, and community (Budaya menguatkan energi, motivasi, dan vitalitas dari staf sekolah, siswa, dan komunitas/masyarakat).

6. Culture increases the focus of daily behavior and attention on what is important and valued (Budaya meningkatkan fokus pada perilaku keseharian dan perhatian pada apa yang penting dan bernilai/berharga).

 

·         Aneka Praktik Pengembangan Kultur Sekolah

Dalam praktik pengembangan kultur sekolah setiap sekolah memiliki pengembangan keunikan dalam membangun kultur sekolah masing dari setiap sekolah memiliki warga sekolah untuk memajukan sekolah dan mengembangkan kemajuan kultur sekolah. Adapun kultur sekolah yang dapat dikembangkan antara lain :

1. Prestasi Akademik

2. Non-Akademik

3. Karakter

4. Kelestarian Lingkungan Hidup

Sumber bacaan :

https://www.researchgate.net/profile/Ariefa-Efianingrum/publication/332195701_Kultur_Sekolah/links/5e8b283b299bf13079805e7c/Kultur-Sekolah.pdf

http://20231076.siap-sekolah.com/2013/12/04/kultur-sekolah/#.YkE3iShBzDc

file:///C:/Users/USER/Downloads/23404-60975-1-PB.pdf

 

 

 

PERANGKAT PEMBELAJARAN

  Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh Nama : Wasilatu Rohmah Kelas   : 4G PAI Nim    : 12001194   ( PERANGKAT PEMBE,AJARAN ...